REPUBLIKA.CO.ID, Kini, makin sedikit ikan besar pemangsa yang berenang di berbagai samudra di dunia akibat penangkapan ikan secara berlebihan oleh manusia.
Alhasil ikan yang lebih kecil bisa bertahan hidup dengan jumlah yang berlipat selama 100 tahun belakangan, kata beberapa ilmuwan Jumat (18/2).
Jumlah ikan besar seperti cod, tuna, dan kerapu telah merosot di seluruh dunia hingga dua-pertiga. Sementara jumlah ikan teri, sardine, dan capelin telah melonjak karena tak-adanya ikan besar yang memangsa mereka, kata para peneliti dari University of British Columbia.
Orang-orang di seluruh dunia makin giat menangkap ikan dan pulang dengan membawa hasil tangkapan yang lebih sedikit. Itu menunjukkan manusia mungkin telah menyedot secara maksimal kapasitas samudera untuk menyedikan kita makanan.
Sejak tahun 2002, Google International telah memberi penghormatan kepada 26 orang bersejarah dengan mengubah versi logo Google, dan ditampilkan seharian pada homepage Google di seluruh dunia. Berikut daftar 26 orang terkenal yang kelahirannya dirayakan oleh Google.
1. Samuel Morse
(1791 – 1872) Seorang pembuat enkoding listrik yang sangat terkenal karena penemuanya.

Ditampilkan di homepage Google pada tanggal 27 April 2009
Sejumlah ilmuwan menilai Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) 'tertipu' dalam kasus blue energy (energi biru). Seorang pria asal Nganjuk, Joko Suprapto, mengaku bisa memproduksi minyak mentah dari air. Dari biang minyak itu bisa dihasilkan bahan bakar sekelas minyak tanah hingga avtur.
Presiden SBY yakin itu merupakan sumbangan Indonesia bagi dunia, di tengah makin meroketnya harga minyak. Sementara, negara dibikin pusing tujuh keliling oleh dampak dari kenaikan itu. Karuan saja, sejumlah pihak, termasuk para ilmuwan, menyesalkan informasi yang belum valid bisa diterima oleh SBY. Kabarnya Joko kini dilaporkan ke polisi.