Sebuah film yang diangkat kisah nyata ini baru saja menjadi raja baru film 2011 usai menyabet gelar sebagai film terbaik, aktor terbaik, sutradara terbaik untuk Tom Hooper dan skenario terbaik pada perhelatan akbar Academy Awards 2011 yang di gelar di Kodak Theatre, Los Angeles, Minggu (27/2). Pecinta film inspiratif dari kisah sejarah wajib mencantumkan judul film ini dalam agenda nontonnya.
CIREBON, KOMPAS.com - Buntut dari aksi penarikan film asing dari bioskop 21, XXI, atau pun Blitz Megaplex yang dipicu oleh keputusan pemerintah melalui Dirjen Pajak dan Bea Cukai yang menetapkan pemberlakuan bea masuk hak edar distribusi dinilai aktor peran sekaligus vokalis Ferry Ardiansyah hanya akan mematikan usaha perfilman.
"Kalau itu dihilangkan bukanlah solusi. Alasannya karena, satu bisa mematikan jasa 21. Kedua, masyarakat akan buta tentang updatenya movie dunia yang box office. Jadi ketinggalan gitu," imbuh Ferry usai manggung di Nusa Konser, Lapangan Pemuda, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (19/2/2011).
Seperti kebanyakan opini publik lainnya, Ferry menyayangkan penarikan sejumlah judul film asing dari bioskop. "Kenapa film luar itu yang menjadi sasaran? Saya as an actor berbicara dari karya mereka menjadi panutan sineas kita, para aktor dan aktris kita. Jadi saya sangat menyayangkan," tekannya.
Public Enemy
Johnny Depp VS John Herbert Dillinger


Johnny Depp memerankan John Herbert Dillinger (June 22, 1903 – July 22, 1934) adalah perampok bank di Midwestern United States pada awal 1930 an. Ia adalah kriminal berbahaya yang bertanggung jawab atas pembunuhan beberapa petugas kepolisian, merampok lebih dari dua lusin bank dan 4 kantor polisi, serta lolos dari penjara dua kali.Beberapa orang mengidolakan dia sebagai Robin Hood modern, dan dia dijuluki “Jackrabbit” karena aksinya yang suka melompati counter bank dan gerakan licinnya untuk lolos dari polisi